BALADA PROPERTI SYARIAH

by : Prof Fahmi Amhar

Keinginan hidup dalam naungan syariah, termasuk mendapatkan rumah atau properti idaman dengan cara-cara syari’ah, semakin mengemuka di tengah umat, dan telah mendorong sejumlah pengusaha terjun ke bisnis properti dengan skema jual-beli syariah.

Sebagian tidak berpuas diri dengan tagline “bebas riba, bebas denda, bebas sita, bebas aqad bermasalah”, tetapi juga memberi janji semisal akan dibangun kolam renang syariah di komplek perumahan tersebut, atau akan dibangun pesantren Tahfidz Qur’an di tengah-tengahnya, stadion olahraga yang mengajarkan berenang, berkuda, dan memanah, beserta kebun-kebun zaitun dan kurma. Kurmanya juga dijanjikan jenis unggul (Ajwa) yang satu pohonnya menghasilkan lebih banyak dari sehektar sawit. Lengkap sudah “mimpi indah” para perindu syariah.

Sayang sekali jika mimpi ini berubah menjadi “mimpi buruk”, apalagi “mimpi di siang bolong”. Meski ada beberapa pengembang properti syariah yang berhasil, namun ada juga yang kemudian gagal. Celakanya, yang gagal-gagal ini justru yang skalanya besar (jor-joran), dan dalam pemasarannya selalu berbangga dengan kecepatan pemasaran yang tinggi. Mungkin ini akibat iklan yang high-profile / high-expectation itu.

Saya mencatat ada beberapa penyebab utama:

1. Masalah cash-flow. Banyak mereka sebenarnya pengembang pemula, tetapi langsung berani mengurus proyek berskala besar. Mereka belum terbiasa mengelola uang cash dalam jumlah Milyaran. Padahal perlu kecakapan tinggi di bidang finansial dan hukum dalam mengelola proyek properti.

2. Masalah perijinan. Semakin besar proyek, maka perijinan akan semakin ketat. Tanah-tanah petani yang dijual ke proyek, umumnya hanya tanah girik, yang hanya seperti pajak bumi dan bangunan, bukan bukti kepemilikan. Tanah itu masih seperti tanah negara / tanah ulayat, harus ada mekanisme ijin tertentu untuk dimiliki oleh pribadi atau perusahaan real estate. Ijin diberikan setelah pihak otoritas (Pemda & DPRD) sepakat mengubah status dan peruntukan lahan di Rencana Detil Tata Ruang. Proses ini bisa berjalan bertahun-tahun. Kalau sudah terlanjur dibangun, lalu ternyata ijin tidak keluar, ya harus legowo keluar dari arena. Tidak boleh menyuap para pejabat terkait, karena sekali proyek ini dilancarkan dengan suap (risywah), maka proyek ini kehilangan berkah syariahnya.

3. Masalah topografi. Banyak proyek yang ternyata terletak di medan dengan topografi berkontur. Pembagian kavling jadi relatif lebih sulit. Belum nanti kalau mau dibangun, harus ada saluran sanitasi dan jalan yang cukup layak. Pembeli banyak yang hanya melihat site plan di atas lembar peta 2 dimensi, sehingga belum tahu bahwa kavlingnya terletak di medan yang sulit.

4. Masalah lokasi. Lokasi adalah faktor kunci untuk investasi properti. Harga properti sering miring sekali karena ada di lokasi yang tidak strategis, jauh dari jalan besar, lingkungan sekitarnya belum matang, dan ke depan juga sulit terbayangkan akan menjad matang, bila lokasinya terlalu terpencil.

Faktor-faktor inilah yang membuat sebagian pengembang property syariah gagal mewujudkan janji-janjinya. Bukan karena masalah aqad-aqadnya. Aqad boleh jadi sudah syar’i, tetapi kapasitas pengembang ternyata belum cukup memadai untuk memenuhi apa yang diaqadkan. Diperlukan pengembang yang kafa’ah (kuat, punya kapasitas ilmu, SDM, finansial, teknologi) dan amanah (profesional, berintegritas) agar proyek properti menjadi sukses dan berkah.

Dan kalau pengembang property syariah gagal, tidak mustahil umat akan kecewa dengan semua proyek properti syariah. Mereka akan mending ke pengembang properti konvensional yang bekerja sama dengan bank, bahkan bank ribawi. Mereka berpikir, setidaknya, bank sangat ketat dalam menyeleksi pengembang yang diajak kerjasama, agar proyek itu dipastikan berhasil, dan bank juga untung.

Hidup properti syariah !!!
Hidup pengembang yang kafa’ah dan amanah !!!

Tidak ada pilihan lain bagi anda yg sudah memproklamirkan menjadi PENGEMBANG PROPERTY SYARIAH, Kecuali menjadi KAFA,AH DAN AMANAH!!!

BANTU SEBARKAN YA, AGAR SEMAKIN BANYAK PENGEMBANG SYARIAH YANG BISA MEWUJUDKAN HARAPAN UMMAT, RUMAH HALAL TANPA RIBA…

HDKJMt2t56KAkGeD6gOMQU01a2FvmC-W4Ex_uoJM_ts
%d blogger menyukai ini: